Review Film Love Reborn


Film Love Reborn rilis perdana di bioskop tanggal 31 Mei 2018. Durasi waktu yang dibawa sekitar 1 jam 38 menit. Untuk kategori penonton, film yang disutradarai Jay Sukmo ini menempatkan remaja yang berusia 13 tahun ke atas. Tertarik?

Semarang beruntung didatangi film yang membawa 3 pemainnya ini yang kebenaran sedang roadshow dibeberapa kota. Kami bersyukur, mereka membawa pemeran utama prianya yang berarti kota Semarang sangat penting buat kampanye promosi mereka.

Kami yang hadir menyaksikan film ini dan mengikuti aktivitas mereka sempat mengabadikan momen yang dapat dilihat dipostingan sebelumnya atau langsung klik di sini.

Film penuh warna


Di awal film, kami langsung disajikan sebuah dubbing seorang perempuan yang mengisahkan kehidupannya dengan seorang ibu tunggal (Ira Wibowo). Bahagia? Begitulah. Hingga akhirnya seorang pria datang membawa jas di hari tertentu dengan sangat konsisten.

Dia adalah Kirei, diperankan oleh Nadya Arina. Pemeran utama wanita ini bagi penonton yang peduli dengan dia, tentu wajahnya tidak asing. Kami menyukai karakternya di film ini. Keras!

Selain berperan sebagai seorang mahasiswi, ia memiliki semacam profesi kekinian yaitu pembuat komik digital. Dia benar-benar sukses di sana namun menuntunnya pada sebuah rahasia yang akhirnya mengubah cerita film ini yang penuh darah anak muda.

Kirei tampil dengan balutan suasana yang menyenangkan penuh warna, dari sisi kamera yang kami lihat, hadir seorang pria yang menjadi lawannya layaknya sebuah kisah yang mudah ditebak. Ya, mereka terus bertengkar namun akhirnya saling menyukai.

Ini mengingatkan kami tentang film Eiffel... I'm in Love, yang dua tokoh utamanya selalu berantem. Namun kemudian mereka menaruh rasa satu sama lain.

Adalah Ardit Erwandha yang berperan sebagai Bagus yang saat di Semarang roadshow kemarin ia datang. Perannya sebagai anak band yang penuh semangat bersama teman-temannya yang kebanyakan komika aslinya.

Saat semua kami pikir itu menarik, hadirnya Cosplayer, drama anak muda hingga pertengkaran antar kelompok yang mencoba mempertahankan idealis karena rebutan tempat untuk sebuah acara, suasana yang sangat ceria berubah kehilangan arah.

Sebuah misi pencarian masa lalu


Harapan tinggi kami jatuh begitu saja meski beberapa kali film ini diselematkan tawa penonton disebelah. Hadirnya para Komika yang ambil bagian membuat alur masih bisa dinikmati.

Ini film tentang misi pencarian masa lalu orang tua antara Kirei dan Bagus. Layaknya sebuah film bertema pencarian, keduanya yang awalnya tidak cocok dan saling membenci berubah akur dan menjadi satu tujuan.

Apakah ini semacam promosi tempat wisata? Atau memang tak sengaja tempat yang dipilih memang bagian cerita. Tempat yang dituju benar-benar menarik dan menghadirkan potongan cerita dengan berbagai nuansa.

Film ini milik mereka berdua. Jangan harap seperti apa Kirei membuat komik yang menarik secara penuh ditampilkan. Atau bagaimana Bagus latihan bersama teman-teman bandnya. Mereka tetap ditampilkan sepotong-potong, meski kami tidak puas di sana.

Dampak masa lalu yang terus digali tanpa sadar mengubah cerita yang kami pikirkan. Keduanya terus-terusan terlibat dengan orang tua tunggal mereka. Pertengkaran, rasa amarah dan curiga seakan ini film dewasa.

Penampilan Payung Teduh yang meneduhkan


Selain Ira Wibowo yang mewakili aktris senior yang ikut bermain sebagai ibu Kirei, ada Donny Damara yang menjadi ayah Bagus. Masa lalu mereka rupanya sebuah kisah manis yang tidak ingin diulang di masa sekarang. *Ceritanya.

Lalu, ada Hengky Solaiman, Ingrid Widjanarko, Epy Kusnandar, dan Ence Bagus. Chand Kelvin yang ikut ambil bagian sebagai Dimas berperan sebagai manajer yang punya karakter kurang menyenangkan dan mungkin kamu membencinya. Ambisius dan curang.

Kehadiran Payung Teduh yang semua personil cukup menarik juga. Apalagi lagu mereka beberapa kali terdengar yang meneduhkan suasana. Salah satunya adalah Akad yang memang menjadi Soundtrack di film ini.

Kalau kamu penggemar mereka, tentu tak ingin melewatkan penampilan mereka yang pertama kali di layar lebar. Kapan lagi, coba! Bahkan sang vokalis ikut ambil bagian dengan keterlibatan yang lebih banyak di sana.

Trailer film Love Reborn


..

Sebagai film untuk tontonan menghibur, film ini sudah mewakili penonton muda dan orang-orang yang berharap menghilangkan penat. Ya, kami dan penonton disebelah kami banyak tertawa karena para komika. Apakah film ini agak lebay?

Kami harap seharusnya begitu, biar sedikit cerita anak mudanya dapat. Tapi syukurlah bila kamu adalah penonton kritis, film ini tidak membawa kelebaian.

Pada akhirnya film ini bercerita tentang bagaimana mengungkapkan sebuah kebenaran keluarga masing-masing yang rupanya saling terhubung. Bukan tentang proses kerja keras yang menyemangati kami sebagai penonton melihat para pemain utama muda yang dibawa.

Anak mereka akhirnya saling jatuh cinta, sesuai harapan semua penonton yang memikirkan kedekatan keduanya saat film akan segera berakhir.

Di Semarang sendiri film ini hanya bertahan hanya 4 hari.

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

0 comments

Post a Comment